Kamis, 21 Februari 2013

4 Kesalahan Orang Tua Terhadap Anak Sudah Dewasa

anak orang tuaOrang tua merupakan bagian terpenting bagi kehidupan seorang anak. Seperti apapun itu kesimpulannya tetap sama. Mulai dari awal hingga dewasa orang tua sangat berpengaruh besar terhadap kehidupan anak. Bahkan usaha/tindakan orang tua bisa juga berpengaruh pada masa depan anak nantinya.

Bicara masalah orang tua dan anak, dari kehidupan keduanya ternyata masih sering ditemui kesalahan-kesalahan yang sering terjadi. Untuk halaman ini, khusus untuk anak yang sudah benar-benar dewasa dan ingin hidup mandiri. Orang tua tentu tidak akan melepas begitu saja meskipun anaknya benar-benar bisa hidup mandiri. Anak masih membutuhkan dukungan dan perhatian agar tidak lepas kendali.

Tidak cukup jauh dari hal itu, ternyata ada beberapa tindakan orang tua yang bisa dikatakan sebagai kesalahan. Kesalahan yang bisa berpengaruh buruk pada masa depan anak. Untuk lebih jelas, berikut ini ada beberapa kesalahan orang tua terhadap anaknya yang sudah dewasa dari madjongke.com. Silahkan dipelajari untuk sekedar tahu saja.

1. Membantu hanya saat terdesak
Membantu anak hanya saat anak berada dalam kondisi terdesak. Hal semacam ini masih sangat banyak kita temui disekitar kita. Orang tua, tidak memberikan bantuan dengan alasan meragukan apa yang telah dilakukan anak. Itu bisa terjadi jika orang tua tidak tahu apa yang sedang dilakukan anak.

Setelah anak terjun sendiri dengan bantuan orang lain (ada imbal balik) dan belum berhasil, orang tua baru memberikan bantuan untuk menutupi kegagalan tersebut. Padahal jika hal seperti ini dilakukan dari awal, anak akan lebih bisa cepat melangkah. Tapi tentu saja tetap harus diawasi agar tidak lepas kendali. Untuk Anda sebagai orang tua, sebaiknya jika tidak tahu, cari tahu dan kalau bisa pelajari apa yang dilakukan anak.

Jangan hanya karena masih baru atau asing, Anda jadi ragu dengan apa yang dilakukan anak. Sebab di Dunia ini sangat banyak hal yang belum kita ketahui.

2. Tidak memberikan ruang
Tidak memberikan ruang atau kebebasan pada anak untuk membangun sesuatu yang berhubungan dengan masa depannya. Ini bisa terlihat jika orang tua tetap memberikan beberapa kewajiban terhadap anak dan itu mengganggu rencananya membangun masa depan. Bukan sok dewasa, tapi bukan hal buruk jika orang tua memberikan ruang lebih banyak pada anak yang ingin membangun masa depannya sendiri. Akan lebih baik lagi jika memberinya dukungan sekalian.

3. Hanya menanyakan hasil
Tanpa melihat proses, sistem, dan hal lainnya orang tua hanya menanyakan hasil dan hasil saja. Menuntut pada anak untuk menunjukan hasil dari apa yang dilakukan. Meskipun hal ini jarang terjadi, tapi masih banyak orang tua yang seperti itu.

4. Kegagalan untuk yang terakhir
Saat anak sudah berusaha tapi belum berhasil, banyak orang tua yang menganggap itu sebagai kegagalan besar. Dan akhirnya setelah bantuan diberikan untuk menyelesaikan kegagalan tersebut, orang tua lepas tangan. Membiarkan anak berdiri kembali tanpa mau tahu apa yang terjadi selanjutnya. Itu sebuah kesalahan, sebab kegagalan merupakan keberhasilan yang belum tercapai. Sehingga tidak buruk jika bisa memberikan kesempatan yang kedua. Atau mungkin kesempatan yang ketiga dan terkahir jika kedua tidak berhasil juga.